Pertandingan seru tersaji di Stadion Kanjuruhan saat Persija Jakarta berhasil membalikkan keadaan dan menaklukkan Arema FC dengan skor 2-1 pada lanjutan Super League 2025/2026. Sempat tertinggal di babak pertama lewat gol Valdeci Moreira, Macan Kemayoran bangkit di babak kedua melalui dua gol cepat Eksel Runtukahu pada menit ke-48 dan 50.
Kemenangan ini menjadi bukti mental juara tim asuhan Mauricio Souza yang kini mencatat empat kemenangan beruntun. Permainan agresif di paruh kedua serta efektivitas serangan sayap menjadi kunci kebangkitan Persija. Meski Arema sempat menekan di menit-menit akhir, lini pertahanan Persija tampil solid hingga peluit panjang berbunyi.
Dengan hasil ini, Persija semakin mantap di papan atas klasemen dan menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu kandidat kuat juara Super League 2025/2026.
⚽ Drama Pertandingan Seru
Laga antara Persija Jakarta dan Arema FC di Stadion Kanjuruhan berjalan penuh ketegangan sejak menit awal. Dukungan ribuan suporter tuan rumah membuat atmosfer pertandingan terasa panas dan sarat tekanan bagi tim tamu. Arema tampil agresif sejak peluit pertama dan berhasil unggul lebih dulu melalui eksekusi tendangan bebas Valdeci Moreira pada menit ke-12 yang tak mampu dihalau kiper Carlos Eduardo.
Tertinggal 0-1, Persija berupaya membangun serangan dari berbagai sisi. Kombinasi Bruno Tubarão dan Emaxwell Souza sempat menciptakan beberapa peluang, namun belum mampu menembus rapatnya pertahanan Arema di babak pertama. Mauricio Souza pun terlihat frustrasi di pinggir lapangan, menginstruksikan para pemainnya untuk bermain lebih cepat dan menekan sejak lini tengah.
Memasuki babak kedua, perubahan strategi Persija membuahkan hasil luar biasa. Tekanan tinggi yang diterapkan langsung membuat pertahanan Arema goyah. Hanya dalam tempo dua menit, Eksel Runtukahu menjadi pahlawan lewat dua gol beruntun pada menit ke-48 dan 50. Kedua gol itu lahir dari umpan silang akurat yang dikirim Bruno Tubarão dan Emaxwell Souza dari sisi sayap.
Sisa waktu pertandingan menjadi milik Arema yang mencoba menyamakan kedudukan. Beberapa peluang sempat tercipta lewat serangan balik cepat, namun solidnya pertahanan Persija dan penampilan gemilang Carlos Eduardo di bawah mistar membuat skor tetap bertahan 2-1 hingga akhir laga.
Pertandingan di Kanjuruhan ini benar-benar menghadirkan drama lengkap: ketegangan, kebangkitan, dan semangat juang tinggi dari kedua tim. Persija pun pulang dengan tiga poin berharga dan memperpanjang tren positifnya di Super League 2025/2026.
🧩 Formasi Terbaik Kedua Tim
Pertemuan antara Persija Jakarta dan Arema FC di Stadion Kanjuruhan bukan hanya menampilkan permainan penuh semangat, tetapi juga adu taktik dua pelatih yang sama-sama ingin mendominasi jalannya laga. Baik Mauricio Souza maupun pelatih Arema menurunkan formasi terbaik mereka untuk memastikan hasil maksimal.
🔶 Formasi Persija Jakarta (4-3-3)
Pelatih Mauricio Souza mengandalkan formasi menyerang 4-3-3 yang fleksibel dan agresif di babak kedua.
Berikut komposisi terbaik Persija di laga tersebut:
-
Kiper: Carlos Eduardo
-
Belakang: Rio Fahmi, Rizky Ridho, Firza Andika, Salman Alfarid
-
Tengah: Syahrian Abimanyu, Hanno Behrens, Marko Simic (rotasi menyerang)
-
Depan: Bruno Tubarão, Eksel Runtukahu, Emaxwell Souza
Formasi ini menonjolkan kekuatan sayap dengan pergerakan cepat Bruno Tubarão dan Emaxwell Souza yang menjadi motor serangan. Umpan silang dari kedua sisi menjadi kunci dua gol cepat Eksel Runtukahu di babak kedua.
🔷 Formasi Arema FC (4-2-3-1)
Di sisi lain, Arema FC tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang lebih fokus pada keseimbangan antara bertahan dan serangan balik cepat.
Susunan pemain terbaik Arema di laga ini antara lain:
-
Kiper: Julian Schwarzer
-
Belakang: Bagas Adi Nugroho, Ginanjar Wahyu, Ichwan Tuharea, Sandi Firmansyah
-
Tengah: Valdeci Moreira, Jayus Hariono, Dendi Santoso
-
Depan: Gustavo Almeida (striker tunggal), dibantu serangan sayap dari Dedik Setiawan dan Arkhan Fikri
Formasi ini sempat efektif di babak pertama ketika Valdeci Moreira membuka keunggulan lewat bola mati. Namun, perubahan tempo cepat Persija di babak kedua membuat pertahanan Arema kehilangan konsentrasi dan gagal menahan serangan bertubi-tubi. Dan Bermain Di Indocair Yang Sangat Luar Biasa
⚔️ Analisis Taktis
Kedua tim sama-sama menunjukkan karakter permainan kuat: Arema solid di awal dengan pressing rapat, sementara Persija tampil lebih hidup di babak kedua berkat rotasi pemain dan strategi menyerang dari sayap. Perubahan taktik dari Mauricio Souza menjadi titik balik pertandingan dan memastikan kemenangan 2-1 untuk Macan Kemayoran.
Baca juga: Persija Siap Tantang Arema FC di Stadion Kanjuruhan By Indocair
🏁 Ringkasan
Pertandingan antara Persija Jakarta dan Arema FC di Stadion Kanjuruhan menjadi salah satu laga paling dramatis di pekan ke-12 Super League 2025/2026. Sempat tertinggal 0-1 di babak pertama lewat gol Valdeci Moreira, Persija bangkit dengan penuh determinasi di babak kedua. Dua gol cepat dari Eksel Runtukahu pada menit ke-48 dan 50 memastikan kemenangan comeback yang spektakuler bagi Macan Kemayoran.
Formasi 4-3-3 racikan Mauricio Souza terbukti efektif dalam membongkar pertahanan ketat Arema, terutama lewat serangan dari kedua sisi sayap yang digerakkan oleh Bruno Tubarão dan Emaxwell Souza. Di sisi lain, Arema FC yang sempat unggul dengan formasi 4-2-3-1 gagal mempertahankan keunggulan setelah ditekan habis oleh Persija di babak kedua.
Kemenangan 2-1 ini memperpanjang tren positif Persija menjadi empat kemenangan beruntun sekaligus memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen. Laga ini juga menunjukkan kekuatan mental tim ibu kota yang mampu bangkit di bawah tekanan dan tampil dominan hingga peluit akhir.
✅ Kesimpulan
Laga panas antara Persija Jakarta dan Arema FC di Stadion Kanjuruhan membuktikan bahwa semangat juang dan strategi tepat bisa menjadi kunci kemenangan. Meski tertinggal lebih dulu di babak pertama, Macan Kemayoran menunjukkan mental baja dengan melakukan comeback brilian berkat dua gol cepat Eksel Runtukahu.
Formasi menyerang 4-3-3 yang diterapkan Mauricio Souza terbukti efektif dalam menghidupkan permainan dan menekan pertahanan Arema. Perubahan taktik dan pergantian pemain menjadi faktor utama yang mengubah jalannya laga.
Sementara itu, Arema FC harus mengakui keunggulan lawan meski tampil solid di awal pertandingan. Kekalahan ini menjadi pelajaran penting agar tim bisa lebih fokus menjaga konsistensi hingga menit akhir.
Secara keseluruhan, pertandingan ini bukan hanya menghadirkan drama dan intensitas tinggi, tetapi juga menjadi bukti bahwa Persija Jakarta tengah berada dalam tren positif dengan empat kemenangan beruntun yang mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara Super League 2025/2026.
