Cesc Fabregas Berikan Semangat untuk Comopaus empire

Cesc Fabregas Berikan Semangat untuk Como. Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyanjung performa brilian Nico Paz sehabis kemenangan memiliki 2- 0 atas Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Pekan( 19/ 10). Dia menyebut pemain muda asal Argentina itu mempunyai kemampuan tanpa batasan, sekalian menegaskan kalau dia tidak memperhitungkan Alvaro Morata cuma dari jumlah golnya.

Kemenangan atas Juventus ialah yang awal untuk Como dalam lebih dari 70 tahun. 2 berhasil kemenangan dicetak oleh Marc- Oliver Kempf serta Nico Paz— yang pula membagikan satu assist.

Cesc Fabregas kembali mencuri atensi, bukan selaku pemain, tetapi selaku pelatih penuh karisma. Media sosial tiba- tiba gempar sehabis video pidato emosionalnya viral usai membawa Como menaklukkan Juventus 2- 0 dalam lanjutan Serie A akhir minggu kemudian.

Kemenangan tersebut bukan cuma 3 poin berarti untuk Como, tetapi pula simbol kebangkitan klub kecil yang berani bermimpi besar.

Fabregas, yang menempuh hukuman larangan mendampingi regu di laga tersebut, membagikan komentarnya melalui wawancara dengan DAZN seusai pertandingan.

“ Nico merupakan juara sejati. Aku sangat tenang soal masa depannya,” kata Fabregas.“ Ia dapat menggapai apa juga yang ia mau bila terus bermain dengan rasa lapar serta kerendahan hati semacam ini. Bakat serta fisiknya telah luar biasa.”

Cesc Fabregas Berikan Semangat untuk Como
paus empire

Cesc Fabregas Pula Puji Alvaro Morata

Tidak hanya menyanjung Paz, mantan gelandang Barcelona serta Arsenal itu pula membagikan pembelaan kepada striker senior Alvaro Morata, yang belum mencetak berhasil semenjak bergabung dengan Como masa panas kemudian.

“ Morata melaksanakan persis semacam yang aku memohon. Striker umumnya dinilai dari berhasil, tetapi aku tidak menilainya begitu,” ucap Fabregas.“ Ia wajib mencetak berhasil buat dirinya sendiri, bukan buat aku. Ia menampilkan alibi mengapa kami membawanya ke Como.”

Bermain di hadapan publik Stadio Giuseppe Sinigaglia, Marc- Oliver Kempf membuka keunggulan kilat di menit ke- 4, saat sebelum Nico Paz menggandakan skor di menit ke- 79 serta membenarkan kemenangan memiliki atas raksasa Turin itu.

Begitu peluit panjang berbunyi, Fabregas memanggil segala pemainnya ke tengah lapangan. Dalam atmosfer penuh haru, pelatih berumur 38 tahun itu berdialog lantang di tengah bundaran regu.

“ Aku cuma memiliki satu kata: aku sangat bangga pada kamu,” katanya dalam bahasa Inggris, disambut sorakan pemain serta gemuruh suporter.

“ Kita berlari, 1 menit, 20 menit, 10 menit— aku tidak hirau. Inilah mentalitas yang wajib dipunyai klub ini buat menang.”

Fabregas pula menyinggung absennya winger muda Assane Diao yang belum kembali ke skuad sehabis 6 bulan absen sebab luka.

“ Diao belum berlatih dengan regu, jadi kami tidak ingin terburu- buru. Ia hendak mulai berlatih bersama tim pada Selasa. Kemenangan tanpa dirinya bagus buat keyakinan diri regu,” jelasnya.

Dengan hasil ini, Como menyerupai perolehan poin Juventus di klasemen Serie A dengan 12 poin. Menegaskan kebangkitan klub kecil di dasar tangan dingin Fabregas yang saat ini kian disegani di Italia.

Balasan buat Tudor

Kemenangan atas Juventus pula jadi jawaban untuk pendapat sinis pelatih Bianconeri, Igor Tudor. Yang lebih dahulu menyebut Como selaku“ klub kecil palsu”.

Fabregas menanggapinya dengan elok,“ Tudor melatih klub besar dengan sejarah hebat. Ia bilang aku memilah seluruh pemain, bisa jadi terdapat yang salah mengerti. Kami memiliki kenyataan berbeda, tetapi semangat kami nyata.”

Walaupun Como yang saat ini dipunyai pengusaha asal Indonesia baru kembali ke Serie A 2 masa kemudian, mereka saat ini duduk di posisi keenam klasemen, cuma 4 poin dari puncak.

Fabregas, yang masa panas kemudian mendatangkan mantan rekan setimnya di Chelsea, Alvaro Morata, dan Jesus Rodriguez, menampilkan kalau proyek ambisiusnya mulai membuahkan hasil.

Baca juga: Tebus Semua Dosa Harry Maguire di MU

Fabregas Bela Morata

Morata memanglah belum mencetak berhasil dalam 7 laga, tetapi Fabregas senantiasa berikan pembelaan.

“ Penyerang memanglah dinilai dari berhasil, tetapi aku tidak menilainya begitu. Dia wajib mencetak berhasil buat dirinya sendiri, bukan buat aku. Dia telah menampilkan alibi mengapa kami membawanya ke Como.”

Dengan semangat, empati, serta kepemimpinan yang ditunjukkan Fabregas, Como saat ini bukan lagi“ klub kecil” di mata publik Italia. Mereka merupakan fakta kalau dengan kepercayaan serta kerja keras, apalagi regu dari kota kecil di tepi Danau Como juga dapat mengguncang Serie A. Coba menangkan hadiah bersama paus empire link gaming online terbaik saat ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *